Tampilkan postingan dengan label Analisa Teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa Teknikal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Stochastic Oscillator

Merupakan alat analisis ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Seperti namanya, nilai kisaran pada indicator ini adalah 0-100 (oscillator). Stochastic Oscillator digunakan untuk menunjukkan posisi closing relative terhadap range transaksi dalam suatu periode tertentu. Pada dasarnya indicator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relative harga terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terendahnya selama selang periode waktu yang kita inginkan.

a. Interpretasi Stichastic Oscillator
Secara umum tidak berbeda dengan informasi pada RSI dan MA. Dan memang Stochastic Oscillator sebenarnya adalah gabungan dari kedua jenis indicator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda. Secara keseluruhan, indicator ini dapat kita gunakan untuk menentukan keadaan overbought/oversold (yang artinya prediksi trend untuk jangka panjang), perpotongan antara %K dan &D (sebagai short term trend) dan Bullish.Bearish Centerline.

b. Overbought dan Oversold
Overboght adalah titik jenuh beli / stochastic telah mentog di bawah garis 0-20. Oversold adalah titik jenuh jual / stochastic telah mentog di atas 80-100. Keadaan overbought/oversold menurut Stichastic diperoleh bila garis %K (stochastic berupa garis titik-titik) telah memasuki batasan 20 dan 80 yakni 20 untuk oversold dan di atas 80 untuk overbought. Harap diingat juga bahwa batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau yang lain.

Jadi, jangan heran bila saya juga menggunakan batasan yang berbeda dalam menentukan kondisi overbought/oversold dari situasi ini. Kalau batasan overbought/oversold itu untuk trend jangka panjang, maka
perpotongan %K dan %D ini kota gunakan untuk perubahan trend minor. Maksudnya begini, bila dalam suatu kondisi long biullish trend, seringkali dalam pergerakannya kita menentukan trend-trend minor. Bisanya monir dan mayor di sini sangat relative bergantung pada time line yang kita gunakan. Untuk time line jam-jaman misalnya, jangan remgkan trend monir ini karena pergeraknnya bisa mencapai 50 point! Out artinya lebih dari cukup untuk memperoleh keuntungan sampai 50 dolar hanya dengan 1 lot dan mengandalakan trend terjadi.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain pencerminan dari perubahan harga. Jadi, sesuai dengan sifat MA dalam menentukan perubahan trend, setiap perpotongan antara %D dangan %K berarti adalah perubahan trend untuk jangka waktu singkat ke depan. Kondisi bullish terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaiknya trend bearish terjadi bila %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah overbought/oversold. Jika ini terhadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuatsekali sehingga akan terjadi kemungkinan harga menembus batas support dan resistancsinya.

ANALISA :
Bila anda melihat indicator Stochastic sedang bergerak diatas garis 80 ataupun dibawah garis 20 maka Tunggu, jangan melakukan order BUY / SELL terlebih dahulu. Anda lakukan order BUY setelah indicator bergerak diatas garis 20 dan SELL bila indikator telah berada dibawah garis stochastic 80.

Moving Average (MA)

Merupakan indicator yang paling sering digunakan dan merupakan indicator paling standar. Moving average artinya adalah rata-rata bergerak. Moving average mempunyai tiga varian yang berbeda, yaitu Simple Moving Average, Weighted Moving Average, dan Exponential Moving Average. Masing-masing merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara merata-ratakannya saja yang berbeda satu sama lain dan berapa periode yang kita gunakan.

Parabolic SAR

Parabolic SAR menjadi salah satu indicator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market).

Penggunaan Parabolic SAR
Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada dibawah dari pergerakan harga. Sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada diatas dari pergerakan harga. Pada gambar diatas titik SAR berada diatas bar yang menunjukkan bahwa harga sedang berada dalam trend turun. Sebaliknya kalau titik SAR ada dibawah, maka menunjukkan trend naik. Seperti telah disinggung diatas, kelebihan Parabolic SAR adalah tampilannya yang berupa titik sehingga dengan demikian memudahkan seseorang dalam membaca keadaan market. Trader cukup melihat dimanakah posisi titik SAR apakah dibawah atau diatas dari bar untuk mengetahui trend yang terjadi. Lebih dari itu, semakin jauh jarak antara titik SAR dengan harga tinggi atau terendah dari bar, itu menandakan semakin kuat trend naik/turun yang terjadi.

PARABOLIC SAR dan STOP LOSS
Nah kita masuk dalam bahasan kegunaan SAR yang cukup unik disini. Bahkan hanya SAR yang memiliki kemampuan seperti ini yaitu kegunaan SAR sebagai penentu titik Stop Loss. Ingat bahwa SAR merupakan kependekan dari Stop and Reverse yang kurang lebih artinya berhenti lalu berbalik arah. Titik SAR bukan saja dapat digunakan sebagai penentu up trend atau down trend. Begitu juga jarak antara titik SAR dengan harga terendah atau tertinggi dari bar yang ada bukan hanya dapat digunakan sebagai penentu kuat lemahnya trend yang terjadi. Lebih dari itu, jika Anda adalah seorang trader dengan Stop Loss (sangat disarankan bertrading menggunakan Stop), maka kabar baiknya titik SAR dapat anda gunakan sebagai titik Stop Loss Anda.

Pantangan pada Parabolic SAR
Saat market sedang bergerak dalam situasi sideways atau tidak adanya trend pergerakan harga. Kondisi sideways ditandai dengan rapatnya jarak antara titik SAR dengan highest/lowest price yang ada. Kondisi sideways yang lebih buruk ditandai dengan berpindah-pindahnya titik SAR diatas dan dibawah bar sehingga menyulitkan Kita dalam membuka posisi. Itu sebabnya mengapa dari awal Saya menyarankan menggunakan SAR beserta indicator lainya sebagai penutup kekurangan SAR.

Kategori Indikator

a. Lagging (mengikuti harga)
Stochastic, Range William, RSI, CCI, dan Momentum Indikator adalah pengikut arah Trends (trend follower) dikategorikan sebagai indicator mengikuti (lagging indicator) dan juga Moving Averages (SMA, EMA, MACD) termasuk di dalam kategori indicator.

b. Leading (mendahului harga)
Oscillators adalah termasuk leading indicator. Contoh lain adalah leading indicator ini adalah Pivot Points, trendless, support/resistance and fibo bisa digolongkan di jenis indicator ini mereka bisa membantu kita member arah harga kemana akan bergerak.

PENTING :
Untuk membuat indikator, anda dapat memilih pada menu TOOL BAR, selanjutnya anda dapat memilih indikator yang anda inginkan. Ada beberapa indikator yang kami referensikan untuk dapat anda gunakan.

Kelompok Indikator Teknikal

Para trader professional membagi indicator ke dalam tiga kelompok, yaitu :

  1. Trend Following Indikator bekerja terbaik ketika pasar sedang bergerak tetapi member isyarat palsu dan tidak baik ketika pasar sedang flat.
  2. Osilator menangkap mengolah poin-poin di (dalam) pasar flat, tetapi member isyarat berbahaya dan premature ketika pasar mulai ke kecenderungan trands.
  3. Miscellaous Indikators menyediakan pengertian yang mendalam dan bermacammacam tergantung para pemakai.

PRICE OBJECTIVE

Price Objective atau sasaran nilai harga setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).

OVER

Over atau kondisi dalam pererakan harga merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan indikator seperti RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.

ANALISA :
Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter. Harga mencapai nilai diatas 80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT. Harga mencapai nilai dibawah 20 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD. OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu ), jangan oreder BUY atau SELL.

GAP

GAP atau lompatan harga terjadi karena permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan CANDLESTICK chart.

PATTERN

Pattern merupakan gambaran atau pola dari bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu.

RETRACEMENT

Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah. Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%.

Caranya :
Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik terendah grafik ( pergerakan harga).

ANALISA :
Bila Harga yang bergerak sekarang, masih berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan, sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas 50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY. Garis 50% disebut PIVOT ( PV )

SUPPORT DAN RESSISTACE LEVEL

Teknik yang paling sering terdengar dalam analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual, atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya tidak akan terjadi.

Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik ressistance (titik dimana saatnya order SELL)

ANALISA :
Anda order BUY pada titik SUPPORT.
Anda order SELL pada titik RESISSTANCE

TREND LINES

Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam :

a) Jangka Panjang (MAJOR TREND)
Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN ) Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan.

b) Jangka Menengah (MEDIUM TREND)
Yang merupakan Trend Medium ( jangka Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ), Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan

c) Jangka Pendek (MINOR TREND)
Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit. Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian.
 
Caranya :
Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader.

ANALISA :
Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL.

MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun )

Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal. Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu :

a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan )
Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend., SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga semula.

b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )
Bentuk pola yang biasanya akan mengarah pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu juga sebaliknya.

Price moving in trend

Harga akan selalu bergerak mengikuti arah trend. Di dalam analisa teknikal ada tiga TREND dasar yaitu :

a. Up Trend (Bullish)
Up trend merupakan trend naik, dimana harga tertinggi yang baru cenderung lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya.

b. Sideways (Konsolidasi)
Sideways merupakan harga yang mempunyai kecenderungan bergerak dalam satu range band/hanya bergelombang tanpa trend naik ataupun turun. Biasanya harga ini dikenal sebagai arah wait dan see. Artinya harga yang akan menunggu terjadi harga reversal/pembalikan ataupun kontinuitas harga.

c. Down Trend (Bearish)
Down trend merupakan kebalikan dari up trend, dimana harga cenderung membentuk harga terendah yang baru dari harga tertinggi pada periode sebelumnya.

CATATAN PENTING :
GUNAKAN CANDLE CHART untuk memudahkan anda membaca pergerakan harga, LIHATLAH dalam layar monitor, apakah yang sedang terjadi, bila pergerakan harga sedang TREND ( naik / turun ), maka anda dapat melakukan order ( BUY / SELL ), namun bila sedang terjadi SIDEWAYS ( bergelombang ) sebaiknya anda menunggu trend yang akan terjadi terlebih dahulu…

TIPE-TIPE CHART

A. Line Chart
Line chart merupakan jenis chart yang paling sederhana.

B. Bar Charts
Bar chart dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam dua cara :
  • H L C (High, Low, Close)
  • O H L C (Open, High, Low, Close)
C. Candle Chart
Candle stik mempunyai metode yang sama dengan Bar Chart, penggambaran pergerakan harga didasarkan atas HLC (High, Low, Close)




Pengertian Analisa Teknikal

Analisa teknikal adalah salah satu analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu harga. Pergerakan harga yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa pergerakan harga di periode yang akan datang. Ada tiga prinsip dasar di dalam mempelajari analisa teknikal.
  1. Pergerakan harga yang telah terjadi merupakan gambaran kejadian secara keseluruhan. Kejadian yang telah terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut dikarenakan adanya factor ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
  2. Analisa teknikal juga menggambarkan factor psikologis para pelaku pasar, sehingga kecenderungan harga yang terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan chart sebagai alatnya.

Template By : Supriyanto BelajarFoexGratis.Net