Minggu, 01 Mei 2011

Kategori Indikator

a. Lagging (mengikuti harga)
Stochastic, Range William, RSI, CCI, dan Momentum Indikator adalah pengikut arah Trends (trend follower) dikategorikan sebagai indicator mengikuti (lagging indicator) dan juga Moving Averages (SMA, EMA, MACD) termasuk di dalam kategori indicator.

b. Leading (mendahului harga)
Oscillators adalah termasuk leading indicator. Contoh lain adalah leading indicator ini adalah Pivot Points, trendless, support/resistance and fibo bisa digolongkan di jenis indicator ini mereka bisa membantu kita member arah harga kemana akan bergerak.

PENTING :
Untuk membuat indikator, anda dapat memilih pada menu TOOL BAR, selanjutnya anda dapat memilih indikator yang anda inginkan. Ada beberapa indikator yang kami referensikan untuk dapat anda gunakan.

Kelompok Indikator Teknikal

Para trader professional membagi indicator ke dalam tiga kelompok, yaitu :

  1. Trend Following Indikator bekerja terbaik ketika pasar sedang bergerak tetapi member isyarat palsu dan tidak baik ketika pasar sedang flat.
  2. Osilator menangkap mengolah poin-poin di (dalam) pasar flat, tetapi member isyarat berbahaya dan premature ketika pasar mulai ke kecenderungan trands.
  3. Miscellaous Indikators menyediakan pengertian yang mendalam dan bermacammacam tergantung para pemakai.

PRICE OBJECTIVE

Price Objective atau sasaran nilai harga setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).

OVER

Over atau kondisi dalam pererakan harga merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan indikator seperti RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.

ANALISA :
Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter. Harga mencapai nilai diatas 80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT. Harga mencapai nilai dibawah 20 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD. OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu ), jangan oreder BUY atau SELL.

GAP

GAP atau lompatan harga terjadi karena permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan CANDLESTICK chart.

PATTERN

Pattern merupakan gambaran atau pola dari bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu.

RETRACEMENT

Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah. Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%.

Caranya :
Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik terendah grafik ( pergerakan harga).

ANALISA :
Bila Harga yang bergerak sekarang, masih berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan, sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas 50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY. Garis 50% disebut PIVOT ( PV )

SUPPORT DAN RESSISTACE LEVEL

Teknik yang paling sering terdengar dalam analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual, atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya tidak akan terjadi.

Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik ressistance (titik dimana saatnya order SELL)

ANALISA :
Anda order BUY pada titik SUPPORT.
Anda order SELL pada titik RESISSTANCE

TREND LINES

Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam :

a) Jangka Panjang (MAJOR TREND)
Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN ) Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan.

b) Jangka Menengah (MEDIUM TREND)
Yang merupakan Trend Medium ( jangka Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ), Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan

c) Jangka Pendek (MINOR TREND)
Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit. Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian.
 
Caranya :
Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader.

ANALISA :
Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL.

MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun )

Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal. Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu :

a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan )
Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend., SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga semula.

b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )
Bentuk pola yang biasanya akan mengarah pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu juga sebaliknya.

Template By : Supriyanto BelajarFoexGratis.Net